Pengalaman ke Festival Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) 2019

Pengalaman ke Festival Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) 2019

Oleh: Ulfa dan Sarrah (Ilkom 2019)

Minggu, 6 Oktober 2019, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang melakukan perjalanan ke Benteng Vastenburg, Solo, untuk mengikuti acara Festival Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Kami berangkat dari kampus sekitar pukul 09.00 WIB menggunakan bus kampus. Tiba di tempat tujuan sekitar pukul 12.30 WIB.

Disana, kami mengikuti beberapa jenis workshop seperti Oprek Fotografi dan Writerpreneurship. Di dalam workshop Oprek Fotografi tersebut ada 4 narasumber, yaitu: Priadi Soefjanto (Akademisi dan Fotografer), Eddy A. Suryatin (Akademisi dan Fotografer), Dewi Sartika Bukit (Akademisi dan Fotografer), Frans Bona Simanjuntak (Founder aksi Nusantara).

Keempat narasumber banyak berbicara terkait dengan cara-cara fotografi yang baik dan benar serta masalah sertifikasi fotografer. Materi tersebut menambah pengetahuan kami tentang fotografi. Kami biasanya hanya asal saat membuat foto. Tetapi, sekarang menjadi tahu bagaimana cara mengambil gambar yang baik dan sudut pengambilan gambarnya. Yang membuat tambah menarik, peserta yang mengikuti workshop ini dengan undangan yang dikirim lewat WhatsApp mendapatkan souvenir tas.

Yang kedua workshop Writerpreneur ada 3 narasumber, yaitu: Kirana Kejora (Novelis), Agustinus Wibowo (Travel Writer), Khrisna Pabichara (Sastrawan). Mereka membahas tentang cara menulis yang baik terlebih dalam hal pemilihan kata-kata. Materi ini mengasah ketrampilan saya dalam menulis dan mendiskripsikan sesuatu.

Sebagai hiburan, panitia menyediakan boot permainan. Di ataranya ialah permainan memutar lingkaran yang bertuliskan macam-macam hadiah. Memasukkan bola pingpong ke dalam cup. Mereka yang beruntung akan mendapat bingkisan seperti seperti tas, notes, mug, dan tumblr.

BEKRAF Festival: Belajar ke Rumahnya Pelaku Ekonomi Kreatif

BEKRAF Festival: Belajar ke Rumahnya Pelaku Ekonomi Kreatif

Solo (6/10) – Mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang melaksanakan kuliah lapangan di acara Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Festival 2019 yang bertempat di Benteng Vastenburg, Solo, Jawa Tengah. Dwi Susanti, selaku bidang kemahasiswaan Prodi Ilmu Komunikasi UMMgl memaparkan tujuan dari acara ini ialah agar mahasiswa lebih terbuka dan termotivasi untuk berpikir kreatif untuk menghasilkan sebuah karya. “Tujuannya agar mahasiswa melek bahwa mereka bisa menjadi orang-orang yang sukses dengan sebuah karya kreatif,” paparnya.

Pada tahun ke-3 acara ini mengakat tema “Kita Kaya Karya”. “Kita” merujuk pada program-program BEKRAF untuk memaksimalkan potensi kreatif masyarakat Indonesia serta mendukung lahirnya identitas kreativitas Indonesia yang khas. “Kaya” terinspirasi dari program-program BEKRAF yang mengembangkan potensi ekonomi dari karya-karya kreatif Indonesia, sebagai upaya untuk memajukan ekonomi kreatif agar dapat menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Sedangkan “Karya” mengangkat program serta kegiatan BEKRAF yang mengembangkan potensi insan kreatif Indonesia dan mendukung lahirnya karya-karya terbaik bangsa.

BEKRAF Festival merupakan ajang penyampaian, penyajian, pelaporan capaian ragam kinerja Badan Ekonomi Kreatif kepada masyarakat luas. Namun demikian, banyak hal menarik yang bisa dipelajari disini oleh mahasiswa ilmu komunikasi UMMgl. Kegiatan itu di antaranya adalah Workshop, talkshow writerpreneur, OPREK “Operasi Teknik” fotografi, pameran fashion, dan masih banyak lagi. “Dalam kunjunyan ini saya mendapatkan pengetahuan tentang fotografi. Saya senang juga karena tau kuliah tidak harus didalam kelas. Tapi kita juga dapat ilmu melalui kegiatan luar kuliah,” papar Noryl, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMgl.

Lebih lanjut, acara ini juga digunakan sebagai laboratorium sosial prodi yang langsung dapat digunakan sebagai sarana belajar mahasiswa terkait dengan industri kreatif. “Mahasiswa dapat melihat langsung apa yang sedang terjadi di dunia kreatif saat ini. Makanya, kita ke festival Bekraf. Banyak sekali peluang-peluang, pendanaan dari pemerintah yang dapat mereka sasar sesuai dengan minat bakat mereka.”

Kesan Kunjungan ke Jogja TV dan UMY

Kesan Kunjungan ke Jogja TV dan UMY

Oleh. Hikmawati Fajri Devi Safitri (18.0802.0002)

Kami mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang melakukan kegiatan kunjungan ke stasiun televisi di Jogjakarta yakni Jogja TV dan juga kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Jogjakarta (UMY). Berangkat bersama dari kampus dua UMMgl dengan menggunakan bus kampus pada pukul 08.30. kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi Semester II dan seluruh Dosen Ilmu Komunikasi UMMgl dengan tujuan pertama kita adalah Jogja TV.

Tiba di Jogja TV sekitar pukul 09.15 kemudian kita di sambut baik oleh pihak TV dan di persilakan masuk studio TV. Di sana kami juga diikut sertakan dalam program acara live Jogja TV yakni “Langen Sworo” pada pukul 10.00. singkat saja saya tiba-tiba ditunjuk oleh dosen untuk menjadi narasumber mahasiswa UMMgl di sekmen kedua. Sekmen pertama diisi oleh Bu Shanti (dosen) dan Gamala (mahasiswa). Kemudian di sekmen kedua inilah saya menjadi narasumber mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMgl didampingi Bapak Sihab sebagai narasumber dosen UMMgl.

Disana kita diajak keliling seluruh tempat kerja Jogja TV dan dijelaskan bagaimana system kerja program Jogja TV. Kesan saya saat melakukan kunjungan ini adalah “sangat menyengkan bias belajar langsung dan tahu dunia pertelevisian, tidak hanya melalui teori yang telah disampaikan dosen ketika matakuliah berlangsung. Apalagi ketika menjadi narasumber saya merasa gugup, senang dan juga bangga bias memperkenalkan Ilmu Komunikasi UMMgl dihadapan pemirsa JogjaTV. Manfaat kunjungan ke Jogja TV ini juga seperti yang saya bilang tadi kita jadi lebih mengetahui praktik kerja langsung dan faham bagaimana perealisiasi dari teori yang telah kita pelajari. Dan tentunya sangat bermanfaat bagi saya yakni, membangkitkan semangat saya untuk mewujudkan cita-cita saya bekerja di stasiun televisi.”

Setelah berkunjung di Jogja TV, kami melanjutkan perjalanan untuk menuju Universitas Muhammadiyah Jogjakarta. Lebih tepatnya kami berkunjung di program studi Ilmu Komunikasi UMY. Di sana kami pun mendapat sambutan hangat oleh dosen-dosen UMY dan diperkenalkan Ilmu Komunikasi UMY seperti apa. Selain itu yang menjadi menarik adalah kita diajak keliling ke laboratorium Ilmu Komunikasi UMY. Betapa kagum dan senangnya kita diperlihatkan ruangan lab yang begitu elok dan menyenangkan.

Kesan saat kami berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Jogjakarta adalah “Merasa sangat senang bisa diperkenalkan dengan peradaban Ilmu Komunikasi UMY, selain itu dosen-dosen UMY juga tidak kalah asiknya dengan dosen Ilkom UMMgl, mereka menyenagkan, ramah, dan juga baik. Selain itu kita juga diperbolehkan memasuki semua laboratorium Ilkom UMY dan diperbolehkan juga untuk memegang alat laboratorium. Di sana kita juga banyak diceritakan kegiatan anak UMY dan juga prestasi anak UMY dengan karya-karyanya yang luar biasa. Manfaatnya bagi kita setelah melakukan kunjungan ini adalah kita menjadi terpantik semangatnya untuk melakukan kegiatan belajar perkuliahan, kita juga menjadi mempunyai pandangan untuk mengembangkan dan memajukan Ilmu Komunikasi UMMgl agar menjadi yang lebih baik lagi.”

Serunya Kuliah Lapangan Mata Kuliah Dasar Penyiaran!

Serunya Kuliah Lapangan Mata Kuliah Dasar Penyiaran!

Yogyakarta, 2/7/19-Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMGL), melaksanakan kunjungan dan studi banding ke Jogja TV dan Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Acara ini dilaksanakan sebagai bentuk kuliah lapangan Mata Kuliah Dasar Penyiaran.

Dwi Susanti, selaku dosen pengampu mata kuliah dasar penyiaran, menjelaskan pemilihan Jogja TV sebagai destinasi pertama ialah untuk memperkenalkan mahasiswa dengan perkembangan industri kepenyiaran. Hadir sebagai pembicara, Bagas, Pimpinan Produkis Program Jogja TV. Ia memberi penjelasan terkait dengan proses produksi sebuah acara yang dimulai dari pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Tidak lupa, Ia memberi kiat-kiat kepada mahasiswa untuk memupuk kemampuan soft skill dalam bidang broadcasting bila nanti hendak bercita-cita terjun ke dunia pertelevisian.

Terpisah, dalam kunjungan ke Prodi Ilmu Komunikasi UMY, mahasiswa diajak untuk melihat dan belajar terkait perlengkapan dan peralatan laboratorium terpadu yang dimiliki Prodi Ilmu Komunikasi UMY, meliputi laboratorium broadcasting, radio, dan public relations yang dipandu oleh Muhammad Mutaqin, dosen broadcasting Prodi Ilmu Komunikasi UMY. Selain itu, Mutaqin juga memberi penjelasan tentang proses kerja praktik produksi sebuah program atau film yang biasa ia dan mahasiswanya lakukan. Ia juga berpesan untuk mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMGL untuk tidak malu dan takut mencoba memproduksi sebuah karya meski dengan peralatan yang sederhana.

Pada kesempatan ini, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UMMGL sangat beruntung karena dapat berjumpa dengan Suciati, dosen senior dari Prodi Ilmu Komunikasi UMY. Suciati banyak berbagi pengalaman terkait perjuangan jatuh bangun membangun sebuah prodi. Menurutnya, tidak hanya dosen, mahasiwa juga memiliki peran dalam keberhasilan sebuah prodi baru. Perannya bisa dimulai dengan memperbaiki motivasi diri dalam menimba ilmu serta harus menumbuhkan jiwa kompetisi.

Sebuah harapan muncul dari terselanggaranya acara ini. Pertama ialah meningkatkan pemahaman mahasiswa akan dunia industri kepenyiaran. Kemudian memberi gambaran terkait praktek produksi program televisi atau film yang nantinya kedepan akan mereka hadapi. Terakhir, dengan adanya silaturahmi ini semoga dapat menjadi pijakan awal bagi prodi Ilmu Komunikasi UMMGL dalam menjalin hubungan baik dengan stakeholder ekternalnya.

KULIAH LAPANGAN KE “MAGELANG EKSPRES”

KULIAH LAPANGAN KE “MAGELANG EKSPRES”

Mahasiswa semester dua Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang melakukan kuliah lapangan ke harian Magelang Ekspres pada Sabtu, 6 April 2019. Kuliah lapangan ini merupakan rangkaian dari proses belajar mata kuliah dasar jurnalistik yang diampu oleh mas Sihabuddin, S.I.Kom,. M.I.Kom. Sebab jurnalistik merupakan ilmu aplikatif jadi belajar langsung ke lapangan dengan jurnalis senior merupakan hal yang sangat perlu dilakukan.

“Mahasiswa memang perlu untuk belajar langsung bagaimana menjadi jurnalis dan tahu seperti apa kegiatan jurnalistik, karena jurnalistik ilmu aplikatif bukan hanya sekedar teori” ungkap Sihab.

Di Magelang Ekspres mahasiswa dan dosen pengampu mata kuliah di sambut langsung oleh pemimpin redaksi Magelang Ekspres Bapak Joko Suroso. Setelah itu beliau secara langsung menceritakan banyak hal terkait dengan jurnalistik terutama Magelang Ekspres yang merupakan media massa cetak pertama kali dan satu-satunya bukan hanya di daerah Magelang tapi se Karesidenan Kedu (kota dan kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo dan Kebumen). Maka dari itu, Magelang Ekspres didirikan untuk menjadi media massa lokal dengan fokus pemberitaan Magelang dan sekitarnya.

“Media kami memang menfokuskan pada informasi daerah Magelang dan Karesidenan Kedu, karena kami satu-satunya media cetak dan pertama kali di Magelang sampai saat ini.”

Doni, salah satu mahasiswa bertanya tentang bagaimana nasib Magelang Ekspres ke depannya melihat saat ini banyak sekali media massa online bermuncullan dan lebih disukai oleh sebagian masyarakat. Suroso menjelaskan bahwasannya Magelang Ekspres juga memiliki media online dengan nama yang sama. Tapi Magelang Ekspres tetap berusaha bertahan dengan versi cetak disertai dengan online-nya.

Selama kegiatan berlangsung mahasiswa tidak hanya di kantor redaksi saja, tetap juga dibawa ke tempat percetakan koran dan dijelaskan seperti apa proses cetak dan pendistribusian. Selain itu, mahasiswa juga dibawa ke ruang redaktur dan lay-out. Dalam kegiatan ini antusiasme mahasiswa sangat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang ajukan.