Faculty Fair Tak Hanya ajang Berkenalan, Tapi Juga Berkreasi

Faculty Fair Tak Hanya ajang Berkenalan, Tapi Juga Berkreasi

Magelang-Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH), Universitas Muhammadiyah Magelang menggelar Faculty Fair 2019 bertempat di Kampus I UMMgl. Menurut Moch. Imron Rosyidi, selaku Ketua Panitia, acara ini merupakan wadah pengenalan mahasiswa baru dengan dunia kampus yang akan mereka hadapi. Acara ini juga sebagai penyuntik semangat untuk belajar dan berkretivitas mahasiswa dalam peran barunya sebagai agen perubahan (17/9/19). “Faculty Fair ini bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa kegiatan kuliah S1 selama kurang lebih 4 tahun, baik pengenalan fakultas, pengenalan dosen pengajar, pengenalan akademik, maupun organisasi serta peran mahasiswa sebagai agent of change,” papar dosen yang sering disapa Cak Imron ini.

Hal serupa diungkapkan pula oleh Ulfa Norin, mahasiswa baru tahun 2019/2020 Prodi Ilmu Komunikasi. Menurutnya, acara Faculty Fair banyak memberikan penjelasan mengenai perkuliahan. Hal ini menjadi dapat bekal untuknya dalam beradaptasi dengan atmosfer kampus. “Saya merasa senang bisa berkenalan dengan banyak teman baru, kakak tingkat, dan dosen. Meskipun baru pertama bertemu tapi kami semua sudah bisa akrab. Kami banyak diberikan penjelasan mengenai awal kuliah dan materi yang akan kami dipelajari, sehingga memudahkan kami saat hari pertama masuk,” ujarnya.

Faculty Fair dimulai pukul 07.00 WIB dan dibuka oleh Plt. Dekan Fakultas Psikologi dan Humaniora, Dr. Purwati. Acara dilanjutkan dengan perkenalan jajaran dosen pengajar di Prodi Ilmu Komunikasi dan Psikologi, dua prodi di FPH UMmgl. Sebagai penutup dan acara puncak ialah bedah film dokumenter berjudul “Surga Kentang Ranu Pane”. Bedah film ini menjadi ajang melatih sikap kritis dan menumbuhkan pengembangan nalar mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Psikologi agar tidak mudah terpengaruh oleh tayangan atau informasi yang diberitakan masyarakat. “Diadakannya bedah film ini adalah agar mahasiswa berlatih berpikir kritis dan menumbuhkan nalar berpikir sesuai bidang keilmuan yang dipilih,” jelas M. Imron Rosyidi.

Lebih lanjut, panitia memanfaatkan Faculty Fair sebagai sarana memupuk keberanian mahasiswa untuk melahirkan karya yang inovatif dan kreatif. “Kemarin juga kami adakan seperti lomba pembuatan video pendek tentang gelora FPH. Ini diharapkan bisa menumbuhkan kreativitas mahasiswa dalam berkaya dan berinovasi,” ujar Annisa Zafirah, panitia Faculty Fair yang juga mahasiswa ilmu Komunikasi UMMgl. (yo/an)