Mahasiswa dan Dosen Bersinergi Hadapi ‘New Normal’

Mahasiswa dan Dosen Bersinergi Hadapi ‘New Normal’

Magelang – Dampak dari pandemi Covid-19 di tahun 2020 ini, hampir seluruh perkuliahan semester genap Tahun Akademik 2019/2020 di Prod Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (Ilkom Unimma) dilaksanakan secara daring. Tim dosen Prodi Ilmu Komunikasi menghadapi kondisi ini dengan mendesain e-learning lewat berbagai platform sejak Maret 2020 lalu. Beberapa platform yang digunakan seperti: Podcast, Youtube, Zoom, WhatsApp group, Live Instagram, dan portal belajar online Unimma, http://moca.ummgl.ac.id.

Kaprodi Ilmu Komunikasi, Aftina Nurul Husna, menyampaikan fakusnya utama kuliah daring di masa pandemi ini adalah metode menyampaikan materi perkuliahan yang efektif, interaktif, dan mudah. “Sebenarnya saat pandemi ini prioritasnya bukan menariknya metode, tapi seberapa dapat mahasiswa menerima metode itu secara optimal. Karena ada pertimbangan biaya ketika menggunakan platform online, kita mencari yang paling memudahkan mahasiswa,” jelas Aftina Nurul Husna.

Hasil survei evaluasi Bidang Kemahasiswan menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan pelaksanaan kuliah daring, seperti faktor lokasi geografis tempat tinggal mahasiswa serta keadaan sosial ekonomi mereka.

“Perlu dibicarakan antara dosen dengan mahasiswa terkait dengan hal-hal penunjang pembelajaran online. Misalnya device yang digunakan, anggaran quota yang dihabiskan dalam satu bulan, kemudian kondisi lingkungan tempat tinggal apakah kondusif atau tidak untuk mendukung pembelajaran online,” ungkap Dwi Susanti, koordinator Bidang Kemahasiswaan Prodi Ilmu Komunikasi.

Mempertimbangan hasil evaluasi tersebut, maka Koordinator Bidang Akademik, Moch. Imron Rosyidi, menyarankan kepada dosen pengampu mata kuliah bahwa metode pelaksanaan perkuliahan hendaknya diberikan secara adaptif dan fleksibel tanpa memberatkan mahasiswa.

“Prodi melakukan berbagai pendekatan untuk membuat mahasiswa merasa nyaman. Ini karena bukan pada soal tatap muka atau transfer knowledge saja, tetapi juga soal adaptasi dan memahami berbagai kondisi mahasiswa kita. Dengan kuliah melalui Podcast atau video, mahasiswa masih bisa aktivitas di rumah sambil terus terjadi proses pembelajaran,” papar Moch. Imron Rosyidi.

Tjut Afrieda Syahara, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, menjelaskan faktor geografis tempat tinggalnya menjadi faktor penghambat dirinya dalam mengakses materi perkuliahan. Namun demikian, Tjut juga memaparkan bahwa pelaksanaan kuliah daring berlangsung secara baik.

“Kalo pas sinyal down, jadi kesal sendiri, susah akses materi. Kadang bisa akses lancar jam 11 ke atas. Jadi kuliah online enak ga enak. Namun, over all, pelaksanaannya sudah bagus. Materi juga gampang dipelajari ulang.” (Annis)