Woro Melantunkan Suara Apiknya, Meski di Luar Skenario

Woro Melantunkan Suara Apiknya, Meski di Luar Skenario

Magelang – “Di luar Skenario, woe!” canda Woro Widowati kepada Panji dan Gamal, mahasiswa Ilmu Komunikasi aktivis Mahasiswa Himpunan Ilmu Komunikasi (Himanika) Univeristas Muhammadiyah Magelang (Unimma), yang menjadi host acara ngobrol ringan malam itu. Tidak ada dalam Team of Reference yang diberikan para host pada Woro untuk menyanyikan sepenggal lirik lagu. Namun, akhirnya ia, selaku bintang tamu tetap berkenan memenuhi permintaan Panji dan Gamal untuk memperdengarkan suara apiknya dipenghujung acara.

Kamis 9/7/2020, Himanika Unimma mengajak seorang Youtuber asal Magelang, Woro  Widowati, untuk berkolaborasi dalam sebuah koten yang disiarkan secara langsung melalui akun Instagram Himanika Unimma @himanika.ummgl17. Obrolan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB antara Himanika Unimma bersama Woro Widowati mengulik tema tentang konsistensi menjadi content creator. Acara ini sangat menarik minat penonton. Buktinya, malam itu ada sekitar 300-an viewer yang menonton hingga selesai.

Sebagai content creator, Woro Widowati fokus pada pembuatan konten tentang cover lagu Jawa. Menurutnya, channel Youtube merupakan sarana mengembangkan bakatnya agar dapat dinikmati dan didengar banyak orang. Keberhasilannya menjaga konsistensi dan memanajeman produksi konten dapat dilihat dari pencapaian banyaknya jumlah subscriber. Dalam kurun satu tahun, Woro Widowati sukses memiliki 378 ribu subscribers.

“Kalau dari aku pribadi (sebagai musisi) content creator lebih ke mereka menjalankan hobi mereka kan. Dan Youtube menjadi sarana mereka. Dari jalannya hobi bisa dikenal orang itu ya lewat itu (membuat konten di Youtube),” jelas Woro Widowati. Lebih lanjut menurut Woro Widowati, konsistensinya dalam membuat konten tak lepas karena ia menyukai apa yang digelutinya saat ini. “Hasilnya (memproduksi konten) akan lebih enak kalau kalian ngejalani apa yang kalian suka.”

Woro Widaowati berpendapat seorang content creator yang cerdas adalah mereka yang dapat memproduksi konten yang bermanfaat dan berguna bagi orang lain. Mereka juga harus mampu berinovasi sehingga konten yang ia produksi memiliki kekhasan dan kreatif. “Content creator yang cerdas itu mereka bisa bikin content yang bisa berguna bagi orang lain. Kontennya bermnfaat. Lakukan yang benar. Beda dan inovasi,” ujarnya.

Rupanya acara ngobrol seru Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Youtuber cantik Woro Widowati merupakan tugas sebuah mata kuliah di Prodi Ilmu Komunikasi yang diampu oleh P. DwiHantoro, yakni Kreasi Konten Digital. Dosen yang biasa dipanggil Mas Hantoro ini mengaku bersyukur melalui tugasnya mahasiswa mampu menerobos tantangan dari inti kuliah mata kuliah Kreasi Kontent Digital. Ia menambahakan, viewer banyak adalaah bonus bagi kerja keras mahasiswa.

“Ya, alhamdulillah viewer-nya banyak sampai 300-an. Ada beberapa hal kenapa bisa tinggi. Pertama, karena narasumbernya seorang influencer. Kedua, temanya (tema obrolan) anak muda banget yaitu terkait kreasi konten. Namun, itu semua adalah bonus, karena dalam kuliah ini yang ditekankan bagaimana mengkonsep, memanagemen, dan mengkesekusi sebuah acara secara online. Dan temen-temen mahasiswa Ilkom mampu dan bisa membuat sebuah konten yang menarik,” ungkapnya dengan bangga.

Prodi Ilmu Komunikasi Membangun Suasana Akademik dengan Live Instagram

Prodi Ilmu Komunikasi Membangun Suasana Akademik dengan Live Instagram

Magelang – Bentuk adaptasi paling menarik yang dilakukan Prodi Ilmu Komunikasi Unimma untuk menjaga suasana akademik selama pandemi Covid-19 adalah dengan mengadakan diskusi online bertajuk Diskusi Asyik Ilmu Komunikasi (DISIK). Program ini mengudara setiap Jumat pukul 19.00 secara langsung di akun resmi Instagram Prodi Ilmu Komunikasi Unimma @ilkom.ummgl.ac.id.

Program diskusi online yang sudah mencapai 7 episode ini, menghadirkan pembicara dari praktisi yang bergerak di bidang Komunikasi Bisnis, Public Relations, Government Relation, Public Speaking, dan sebagainya.

Tidak tanggung-tanggung, narasumber yang dihadirkan adalah para praktisi komunikasi yang mumpuni di bidangnya, seperti: Siti Khabir Rasyida, S.IKom., M.Sc. (Founder KAO Coffee Yogyakarta), Samantha Aditya, S.S. (Duta Museum DIY 2017 dan awardee LPDP), Pristi Sukmasetya, M.Kom (dosen FT Unimma, sekaligus dubber), dan Ben Ibretama, M.Sc. (TAA-Komisi XI DPR RI).

Obrolan dalam acara DISIK mengangakat tema ringan tentang isu terkini di bidang kajian komunikasi, serta pengembangan skill sebagai ciri khas ketrampilan yang harus dimiliki professional di bidang komunikasi.

Dwi Susanti menjelaskan program DISIK ini merupakan upaya prodi menangkap fenomena pembelajaran dan diskusi secara daring.

“Disik adalah salah satu upaya dari prodi menangkap fenomena sistem pembelajaran dan diskusi melalui media daring. Kami ingin membangun kultur dan suasana akademik di luar jam kuliah dengan membuat sebuah program diskusi ringan yang mengangkat tema-tema beragam yang mungkin banyak dibutuhkan oleh mahasiswa. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu media bagi prodi supaya dikenal masyarakat secara luas, khususnya calon-calon mahasiswa kami,” jelasnya.

Salah seorang mahasiwa Ilmu Komunikasi Unimma, Ulfa Noril mengungkapkan bahawa, acara Disik ini seru karena mangundang praktisi yang ahli di bidangnya. “Tertarik karena acaranya seru, karena mengundang narasumber yang ahli,” jawab Ulfa saat ditanya via aplikasi WhatsApp. (Annis)

Mahasiswa dan Dosen Bersinergi Hadapi ‘New Normal’

Mahasiswa dan Dosen Bersinergi Hadapi ‘New Normal’

Magelang – Dampak dari pandemi Covid-19 di tahun 2020 ini, hampir seluruh perkuliahan semester genap Tahun Akademik 2019/2020 di Prod Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (Ilkom Unimma) dilaksanakan secara daring. Tim dosen Prodi Ilmu Komunikasi menghadapi kondisi ini dengan mendesain e-learning lewat berbagai platform sejak Maret 2020 lalu. Beberapa platform yang digunakan seperti: Podcast, Youtube, Zoom, WhatsApp group, Live Instagram, dan portal belajar online Unimma, http://moca.ummgl.ac.id.

Kaprodi Ilmu Komunikasi, Aftina Nurul Husna, menyampaikan fakusnya utama kuliah daring di masa pandemi ini adalah metode menyampaikan materi perkuliahan yang efektif, interaktif, dan mudah. “Sebenarnya saat pandemi ini prioritasnya bukan menariknya metode, tapi seberapa dapat mahasiswa menerima metode itu secara optimal. Karena ada pertimbangan biaya ketika menggunakan platform online, kita mencari yang paling memudahkan mahasiswa,” jelas Aftina Nurul Husna.

Hasil survei evaluasi Bidang Kemahasiswan menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan pelaksanaan kuliah daring, seperti faktor lokasi geografis tempat tinggal mahasiswa serta keadaan sosial ekonomi mereka.

“Perlu dibicarakan antara dosen dengan mahasiswa terkait dengan hal-hal penunjang pembelajaran online. Misalnya device yang digunakan, anggaran quota yang dihabiskan dalam satu bulan, kemudian kondisi lingkungan tempat tinggal apakah kondusif atau tidak untuk mendukung pembelajaran online,” ungkap Dwi Susanti, koordinator Bidang Kemahasiswaan Prodi Ilmu Komunikasi.

Mempertimbangan hasil evaluasi tersebut, maka Koordinator Bidang Akademik, Moch. Imron Rosyidi, menyarankan kepada dosen pengampu mata kuliah bahwa metode pelaksanaan perkuliahan hendaknya diberikan secara adaptif dan fleksibel tanpa memberatkan mahasiswa.

“Prodi melakukan berbagai pendekatan untuk membuat mahasiswa merasa nyaman. Ini karena bukan pada soal tatap muka atau transfer knowledge saja, tetapi juga soal adaptasi dan memahami berbagai kondisi mahasiswa kita. Dengan kuliah melalui Podcast atau video, mahasiswa masih bisa aktivitas di rumah sambil terus terjadi proses pembelajaran,” papar Moch. Imron Rosyidi.

Tjut Afrieda Syahara, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, menjelaskan faktor geografis tempat tinggalnya menjadi faktor penghambat dirinya dalam mengakses materi perkuliahan. Namun demikian, Tjut juga memaparkan bahwa pelaksanaan kuliah daring berlangsung secara baik.

“Kalo pas sinyal down, jadi kesal sendiri, susah akses materi. Kadang bisa akses lancar jam 11 ke atas. Jadi kuliah online enak ga enak. Namun, over all, pelaksanaannya sudah bagus. Materi juga gampang dipelajari ulang.” (Annis)