Mahasiswa Ilkom UNIMMA Lolos The 1ST AISC 2021

Mahasiswa Ilkom UNIMMA Lolos The 1ST AISC 2021

Tim Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (Ilkom Unimma) yang beranggotakan Annisa Zafirah, Aldoni Pratama Susanto, Gamala Risfie, M Bintang Octaviano, dan Devi Eka Puspitasari lolos babak pertama dalam kategori lomba Non-akademik yang diselenggarakan oleh Asean International Student Competitions (AISC), Senin (5/7/2021). Hal ini menandai tim dibawah dosen pembimbing Lintang Muliawanti ini, melanjutkan perjuangannya di babak kedua.

Pada perlombaan kali ini, tim Prodi Ilkom Unimma mengumpulkan karya berupa music video dengan tema “Getting To Know My Country”. Music video tersebut menarik karena mengangkat potensi wisata Magelang, seperti Borobudur, wisata air terjun Curug Silawe dan Candi Pawon.

“Kita ikut yang kategori non-akademik, membuat music video dengan tema Getting To Know My Country. Di video itu, kita selipkan misi kita memperkenalkan destinasi wisata di Magelang seperti Borobudur, Curug Silawe, dan Candi Pawon,” kata Annisa Zafirah.

Ide dalam perlombaan ini tidak diperoleh secara instan. Sebelumnya, Annisa Zafirah bersama dengan teman-teman satu timnya melakukan brainstorming untuk menemukan konsep music video yang akan mereka kerjakan. Selanjutnya, pembagian tugas.

“Pertama brainstorming dulu aku sama temen-temen dan Bu Lintang. Terus, aku sama Devi dapat bagian nyanyi. Aku juga main gitar. Devi sama Bintang shooting video. Terus yang ngedit Gamal dan Doni. Sentuhan akhir bagian rendering dan mastering ada Adam” jelas Annisa Zafirah.

Annisa Zafirah berpendapat, menurutnya pembatasan saat pandemi hanya soal pertemuan dan tempat. Tetapi tidak dengan karya. Menurutnya, pandemi bukanlah suatu halangan untuk berkarya.

“Bagaimanapun, lombanya itu sepertinya pure online. Jadi kita tetap bisa mengikuti lomba, tanpa perlu bingung dengan adanya pandemi. Walau begitu, saat bertemu dengan teman-teman dan para dosen, kami tetap mematuhi 5M Protokol Kesehatan. Terlepas dari semua hambatan yang ada, keberhasilan ini juga berkat kerjasama tim yang solid serta dukungan dari dosen pembimbing kami.” Kata Annisa Zafirah melalui wawancara via WhatsApp.

 

Penulis: Jannah dan Ricka

Editor: Annis

Dosen UNIMMA Mendapatkan Hibah Pendanaan RUD

Dosen UNIMMA Mendapatkan Hibah Pendanaan RUD

Tim kolaborasi dosen Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) dan Universitas Dian Nuswaantoro (Udinus) berhasil meraih  pendanaan Riset Unggul Daerah Kabupaten Magelang. Tim diketuai oleh Prihatin Dwihantoro, dosen ilmu komunikasi Unimma. Empat anggota lainnya ialah Candra Yudha Satriya, dosen Udinus, Pristi Sukmasetya, dosen teknik informatika Unimma, dan Moch. Imron Rosyidi, dosen ilmu komunikasi Unimma.

Menurut Moch. Imron Rosyidi, timnya mengusulkan penelitian dengan judul “Membangun Konektivitas Pariwisata Berkelanjutan Melalui Pemanfaatan Platform Shareing Economy”. Penelitian ini dirancang untuk menggali data terkait kondisi, fakta, kesenjangan, solusi, dan rekomendasi pengembangan destinasi pariwisata berbasis desa wisata di Kabupaten Magelang. Ia menambahakan karena masalah terbesar bagi sektor pariwisata adalah interkonektivitas yang tidak berjalan antar sektor satu dengan yang lainnya.  Harapannya penelitian ini dapat menjawab masalah tersebut penting untuk dilaksanakan sebagai upaya membantu pembangunan pariwisata di wilayah Kabupaten Magelang.

“Karena problem besar pariwisata adalah interkonektivitas yang tidak berjalan antara satu sektor dengan sektor lain begitu. Maka riset ini harapannya mampu menjawab problem itu degan judul Membangun Konektivitas Pariwisata Berkelanjutan Melalui Pemanfaatan Platform Shareing Economy,” ungkap Moch. Imron Rosyidi

Prihantin Dwihantoro menjelaskan, Kabupaten Magelang memiliki potensi wisata yang besar. Tercatat ada 57 desa wisata di Kabupaten Magelang. Malalui penelitian ini Prihatin Dwihantoro dan tim ingin melihat bagaimana hubungan antar desa wisata di Kabupaten Magelang dapat terkoneksi, dampaknya pada pemerataan ekonomi, serta hubungan antar stakeholder dsb.

“Dengan mengambil sudut pandang yang berbeda bahwa Borobudur, Kabupaten Magelang, itu adalah salah satu destinasi superpritas dari lima destinasi superpritas yang dicanangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Jadi kita melihat bagaimana sih hubungan antar desa wisata itu? Yang kita tahu ada 57 desa wisata yang ada di Kabupaten Magelang, apakah itu (57 desa wisata saling) terkoneksi? apakah itu impact-nya ada terkait pemerataan ekonominya? Bagaimana, kemudian antar stackholdernya? Dan sebagainya,” ujar Prihatin Dwihantoro.

Riset Unggul Daerah diselenggrakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPEDA) dan Penelitian dan Pengembangan Daerah LITBANGDA dalam rangka perencanaan pembangunan derah yang ideal dengan tagline Planning by Research. Terdapat lima tema riset unggulan yaitu: Strategi di Bidang Kesehatan Terhadap Dampak Pandemi Covid-19, Implementasi Penanganan RTLH dalam Penanggulangan Kemiskinan, Pembangunan Kawasan Perdesaan, Membangun Konektivitas Pariwisata di Wilayah Kabupaten Magelang, dan Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Prihatin Dwihantoro bersama timnya berharap agar hasil penelitian yang telah dilakukan ini dapat bermanfaat dalam upaya pembangunan daerah yang unggul. Besar harapannya Pemerintah Kabupaten Magelang memiliki arah pembangunan yang idela berdasarkan gambaran riil berdasarkan data-data hasil riset.

“Harapannya dari hasil dari riset ini dapat digunakan dan diimplementasikan di Magelang,” tambah Prihatin Dwihantoro.

Penulis: Erna

Editor: Annis

MEMBANGGAKAN: HIMANIKA UNIMMA LOLOS PENDANANAAN PHP2D

MEMBANGGAKAN: HIMANIKA UNIMMA LOLOS PENDANANAAN PHP2D

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang ( HIMANIKA UNIMMA) lolos pendananaan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). Tim yang beranggotakan 15 mahasiswa ini diketuai oleh Adrian Dika Indrata. Tim Himanika Unimma mengusulkan program PHP2D berjudul “Regenerasi Kesenian Njanen Melalui Implementasi Teknologi Digital di Desa Seloprojo” dibawah bimbingan Prihatin Dwi Hantoro. Kegiatan ini nantinya akan berlokasi di Desa Seloprojo, Kelurahan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Desa Seloprojo memiliki beberapa potensi kesenian seperti Warok, Mesisiran, Njanen, Kuntulan, Abitan, Wayang, dan Soreng. Salah satu yang terkenal ialah kesenian Njanen. Njanen merupakan kesenian tradisional yang mirip dengan sholawatan. Syairnya berisi tentang puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW, nasihat kehidupan, dan doa. Kesenian Njanen menarik karena dilantunkan dengan dua bahasa, yakni Bahasa Arab dan Jawa.

Namun demikian, berdasarkan data yang dihimpun oleh Adrian Dika Indrata dkk, warga Desa Seloprojo mengalami hambatan dalam untuk mempromosi Njanen sebagai kesenian asli Kabupaten Magelang. Seperti misalnya, kesulitan dalam regenerasi, keterbatasan fasilitas, sarana dan prasarana, dan keadaan sosial-ekonomi.

“Kurangnya akses dan publikasi terhadapa kesenian Njanen. Jadi, (Njanen) masih sangat asing dikalangan pemuda. Walaupun memang menjadi ciri khas Desa Seloprojo. Sehingga masih sangat sulit untuk mempromosikannya,” papar Adrian Dika Indrata.

Selain itu, menurut Adrian Dika Indrata, kurang dikenalnya kesenian Njanen sebagai budaya bangsa tak lepas dari kurangnya minat generasi muda untuk ikut andil melestarikan budaya tersebut.

“Melihat kenyataan masyarakat Indonesia saat ini lebih memilih kebudayaan asing yang dianggap lebih menarik dan lebih modern. Kebudayaan lokal banyak yang luntur akibat dari kurangnya generasi penerus yang memiliki minat belajar dan mewarisinya, maka dari itu HIMAKOM mengangkat pelestarian kesenian Njanen tersebut untuk dijadikan rancangan program PHP2D,” ungkap Adrian Dika Indrata.

Adrian Dika Indrata menambahkan, berdasarkan faktor-faktor yang telah ia sebutakan tadi, maka program yang timnya rancang ini penting untuk dilaksanakan. Adrian Dika Indrata menjelaskan lebih lanjut tentang serangkaian acara yang akan dijalankan dalam program ini. Diawali dengan pembentukan kelompok pemuda Njanen. Kemudian, melakukan sosialisasi untuk regenerasi. Selanjutnya, sosialisasi tentang penggunaan teknologi digital bagi masyarakat untuk digunakan publikasi dan konten.

“Teknologi digital yang kami akan berikan seperti pembuatan film dokumenter, pembuatan poster, dan publikasi disosial media terkait kesenian Njanen ini. Nantinya kami akan mendatangkan juga praktisi sosial media untuk memperdalam keterampilan pemuda Desa Seloprojo dalam membuat materi konten dan teknik publikasi kesenian Njanen. Pelatihannya dua kali dalam sepekan,” jelas Adrian Dika Indrata.

Adrian Dika Indrata menambahakan, nantinya tim akan memberikan pelatihan kesenian Njanen kepada pemuda Desa Seloprojo bekerjasama dengan tokoh masyarakat dan pemain Njanen senior.

Penulis: Feni
Editor: Annis

Prodi Ilkom Unimma Terima Bantuan Kerja Sama Kurikulum

Prodi Ilkom Unimma Terima Bantuan Kerja Sama Kurikulum

Magelang-Berdasarkan surat dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Perguruan Tinggi nomor 1575/E2/DM.00.01/2021 menyatakan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (Ilkom Unimma) menjadi salah satu penerima Program Bantuan Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (15/4/2021).

Sebagai proyek leader, Moch. Imron Rosyidi, menjelaskan proposal yang dikirim oleh tim Prodi Ilkom Unimma merupakan rancangan kurikulum merdeka belajar terpadu. Secara khusus fokus pada tema Tourism Digital project.

“Rancangan kurikulum kami adalah merdeka belajar terpadu, dengan mengusung tema Tourism Digital project. Dengan asumsi dan analisis, tema tersebut dapat berkembang baik di Magelang,” tutur Moch. Imron Rosyidi.

Menurut Moch. Imron Rosyidi, tema rancangan kurikulum tersebut diangkat berdasarkan analisis mengenai potensi kekuatan lokal daerah Magelang, potensi Prodi Ilkom Unimma, kepakaran sumber daya manusia Prodi Ilkom Unimma, dan minat mahasiswa. Selanjutnya, tim Prodi Ilkom Unimma mencoba menyinergikan keempat hal tersebut untuk memformulasi rancangan kurikulum.

“Hal tersebut dipilih (Tourism Digital project) sesuai potensi prodi, kekuatan lokal, dan keunggulan kami di bidang sumber daya manusia, serta minat mahasiswa kami untuk terlibat dalam kegiatan praktis bisnis pariwisata,” imbuh Moch. Imron Rosyidi.

Sementara itu, Dwi Susanti selaku Kaprodi Ilkom Unimma menyampaikan setelah pengumuman tersebut, masih ada tugas selanjutnya yang harus dijalankan. Misalnya saja, mengikuti pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi. Bagi Dwi Susanti dan tim Prodi Ilkom Unimma, diterimanya Program Bantuan Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka merupakan amanah yang perlu dipertanggungjawabkan implemntasinya.

“Setelah ini masih ada langkah yang harus kami laksanakan agar dapat mengiplementasikan rancangan kurikulum yang kami usulkan,” papar Dwi Susanti.

Lebih lanjut Aftina Nurul Husna, Kapala Devisi Pengkajian dan Pengembangan Kurikulum, berpendapat rancangan kurikulum Prodi Ilkom Unimma menarik, karena sesuai dengan kebutuhan pengembangan daerah Magelang. Program tersebut menurutnya dapat memenuhi kebutuhan lulusan ilmu komunikasi di ranah dunia usaha dan industri tingkat nasional.

“Itu (Tourism Digital project) sangat bagus karena sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah Magelang. Program ini sangat dibutuhkan untuk pengembangan Prodi Ilkom sendiri untuk mencetak lulusan yang sesuai dengan kebutuah dunia usaha dan dunia industri tingkat nasional,” jelas Aftina Nurul Husna.

Lima Tim Mahasiswa Ilkom paparkan Makalah di Urecol 13

Lima Tim Mahasiswa Ilkom paparkan Makalah di Urecol 13

Klaten-Lima tim mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhamamdiyah Magelang mempresentasikan makalahnya dalam University Research Colloquium (Urecol) ke-13. Ke lima tim tersebut digawangi oleh Yoana Puspita Sari, Hikmawati Fajri, Chusnul Azizah, Tjut Afrieda, semester enam, dan Irfan Dhiya, semester empat. Mereka memaparkan papernya secara daring (20/3/21).

Yoana dan Hikma menulis makalah dengan objek pengelolaan sampah yang dikupas dengan perspektif yang berbeda. Yoana Puspita Sari berkesempatan memaparkan Analisis SWOT Program Bank Sampah Ngudipeni Dusun Gupitan Podosoko Candimulyo Kabupaten Magelang. Sedangkan, Hikmawati Fajri memaparkan Studi Komparasi Metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Pada Pengolahan Sampah Di Indonesia.

Sementara itu, Tjut dan Chusnul pada kesempatan ini memaparkan tentang penelitiannya yang berjudul Tiktok dan Pandemi (Analisis Konten Penggunaan Tiktok sebagai Media Edukasi Covid-19 di Masa Pandemi). Sedangkan, Irfan Dhiya mempresentasikan tentang rancangan media komunitas sebagai saluran informasi yang dapat digunakan sebagai pemberdayaan keluarga dengan judul Laras Desa, Rancangan Konsep Media Komunitas Pemberdayaan Keluarga.

Lebih lanjut, Yoana mengaku, ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti Urecol. Yoana mengungkapkan bahwa ia mendapat pembelajaran yang berharga tentang proses menulis paper dengan mengikuti Urecol ke-13.

“Ini merupakan Urecol pertama kali yang kami ikuti. Cukup banyak pengalaman yang saya dapat, terutama dalam melakukan penelitian dan menulis paper,” ungkap Yoana.

Berbeda dengan Yoana, Irfan telah dua kali berpartisipasi dalam Urecol. Urecol ke-13 ini merupakan kali kedua yang ia ikuti. “Saya sudah ikut Urecol dua kali. Motivasi saya ikut call of paper semacam ini agar bisa ikut program penyetaraan skripsi,” jelas Irfan.

Penyelenggaraan Urecol 13 tahun ini bertempat di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Klaten. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah Se-Jawa Tengah dan DIY mendukung berlangsungnya acara tersebut. Urecol ke-13 kali ini mengusung tema “Penguatan Peran Perguruan Tinggi dalam Percepatan Penanganan dan Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi”. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu pemerintah menyelesaikan permasalahan yang muncul sebagai dampak dari pandemi.

Pentingnya Peran Ibu dalam Literasi Keluarga.

Pentingnya Peran Ibu dalam Literasi Keluarga.

Magelang-Prodi Ilmu Komunikasi Univesitas Muhammadiyah Magelang (Ilkom Unimma) mengadakan acara Diskusi Asyik Ilmu Komunikasi (#DiSik18) dengan tema Peran Ibu Untuk Menguatkan Literasi Keluarga. Terlaksanannya acara ini sebagai bentuk peran serta Prodi Ilkom Unimma dalam menumbuhkan budaya literasi di Kabupaten Magelang (8/3/2021).

Pada kesempatan kali ini, fenomena literasi di lingkungan keluarga coba dikupas dari dua sisi. Pertama dari sisi upaya-upaya yang telah dilakukan oleh gerakan PKK Kab. Magelang yang bekerja sama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kedua dari sudut pandang praktik. Hadir sebagai pembicara Christanti Zainal Arifin, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang serta Fadillah Sandy, penggerak interactive read aloud dan juga dosen Ilkom Unimma.

Pada materinya, Christanti Zainal Arifin mengungkapkan, untuk menguatkan literasi di lingkungan keluarga dibutuhkan kerja sama dari semua pihak. Pemerintah Kabupaten Magelang sendiri, melalui Tim Penggerak PKK Kab. Magelang bersama dengan Dinas Perpustakaan dan Kerasipan (Dispuspa) serta Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Kabupaten Magelang, telah melaksanakan serangkaian upaya menumbuhkan literasi wilayah Kabupaten Magelang.

“PKK telah bekerja sama dengan Dispuspa dan Disdik untuk membuat program yang menumbuhkan literasi. Misalnya saja dengan program Komunitas Belajar Omah Ngisor Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, pembuatan replikasi perpustakaan di 14 desa, Perpustakaan Muda Bhakti di desa Ngablak Srumbung, Inovasinya Kafe Baca dan Suluh Pustaka, Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Magelang dengan Mobil Perpustakaan Keliling, 166 desa yang memiliki perpustakaan, terakhir adanya arahan perpustakaan desa berinovasi ke perpustakaan digital,” ungkap Christanti Zainal Arifin.

Selain itu, Christanti menambahkan, ibu sebagai guru pertama bagi anak, memiliki peran sentral untuk menumbuhkan literasi di lingkungan keluarga.

“Ada beberapa peran ibu yang penting untuk menumbuhkan literasi di lingkungan keluarga. Pertama, rutin membacakan cerita untuk anak. Berdiskusi tentang buku, film, dan media massa dengan anggota keluarga. Bermain kata-kata seperti permainan Scrabble, teka-teki, atau permaianan sambung-bisik. Menyediakan bahan bacaan yang bermutu,” papar Christanti Zainal Arifin pada maternya.

Lebih lanjut, Christanti Zainal Arifin menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Magelang pun telah membuat strategi untuk membangun budaya literasi.

“Pemerintah Kabupaten Magelang memiliki strategi dalam menumbuhkan budaya literasi. Mengkondisikan lingkungan fisik ramah literasi. Mengupayakan lingkungan sosial dan afektif. Mengupayakan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang mendukung gerakan literasi,” terang Christanti.

Sementara itu, Fadillah Sandy melihat budaya literasi di lingkungan keluarga bisa mulai dengan mempraktikkan model Interactive Read-Aloud. Interactive Read-Aloud merupakan kegiatan membaca nyaring dengan mengingrasikan kegiatan diskusi yang terorganisir yang dapat mendorong siswa/anak untuk aktif mendengar, berpikir, kritis, dan berpendapat agar dapat mengembangkan pemahaman dari teks yang didiskusikan serta tercapai tujuan pengembangan kemampuan.

Kemudian, Fadillah Sandy menguraikan detail komponen dari Interactive Read Aloud. “Ada lima komponen dama Interactive Read Aloud. Pertama pemilihan buku. Kedua, persiapan: latihan membaca berulang. Ketiga, penentuan jeda dan pemilihan pertanyaan. Keempat, gaya bahasa, body language dan ekpresi. Terakhir, tindak lanjut,” terang Fadillah Sandy.

Seratus peserta ikut bergabung pada acara yang dilaksanakan secara daring ini. Menurut Lusi Handayani, seorang ibu rumah tangga mengaku menjadi lebih mengetahui tentang literasi dari materi yang disampaikan oleh kedua pembicara.

“Sangat bagus (materinya) dari yang belum memahami literasi menjadi paham dan lebih memahaminya. Terima kasih, prodi komunikasi Unimma,” kesannya.

Sementara, menurut Retno Rini Wulandari, Ka TP PKK Desa Salam, Kecamatan Salam materi pada zoominar ini sangat bermanfaat dan mudah untuk diaplikasikan. “Bagus bahasannya, bermanfaat dan dapat diaplikasikan,” ungkapnya.